BerQurban korban

4 Nov 2011

Berqurban. Kalau menurut definisi yang sebenarnya adalah mendekatkan diri kepada Tuhan. Bahkan di dalam kitab suciNya sudah tertera dengan jelas bahwa berqurban disandingkan dengan sholat. Artinya adalah cara mendekatkan diri kepada Tuhan yaitu melalui sholat dan Qurban.
pasarkambing2
Gambar dicomot dari detikFoto

Tapi sebagian besar dari kita kan tidak begitu. Qurban adalah berkorban yang artinya menjadi menderita. “Saya rela berkorban waktu untukkmu” maka artinya adalah saya menderita kehilangan waktu meskipun ada embel-embel rela. Begitu juga dengan kambing. Saya berkorban kambing dan sapi, maka saya pun menderita kehilangan kambing dan sapi, atau sejumlah uang untuk membeli itu.

Korban dalam bentuk penderitaan sudah tertanam dalam alam bawah sadar kita. Entah itu disengaja atau tidak, Qurban sudah beralih definisi menjadi sesuatu yang artinya menderita kehilangan. Jika berangkat dari sesuatu yang menderita maka rasa ikhlas sulit sekali munculnya. Ikhlas masih harus melewati satu rintangan lagi yaitu rasa menderita kehilangan.

Tidak heran jika ada beberapa artikel dari rekan-rekan yang membandingkan harga kambing dengan rokok yang dihabiskan setiap hari. Ternyata rokok setiap hari jika dikumpulkan setahun akan seharga kambing. Benar-benar luar biasa. Atau rokok bisa anda ganti dengan nonton film, permainan ketangkasan, atau malah barang konsumsi yang harganya jutaan, baju, tas atau sepatu misalnya. Sungguh diluar dugaan, ternyata uang terpakai untuk itu bisa digunakan untuk membeli beberapa kambing bahkan sapi.

Beberapa diantaranya memunculkan kisah-kisah mereka yang berQurban, bahkan di milis-milis pun cukup sering saya temukan. Seorang nenek hidup fakir, tidak berpunya, yang setiap tahun menerima pembagian daging Qurban, namun tahun ini mengambil uang tabungannya di bank setelah selama setahun penuh menabung. Uangnya cukup untuk membeli kambing. Semangat untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya muncul. Keinginan untuk memberi dan berbagi kepada sesama akan ditunaikan kali ini meskipun sehari-harinya dia sendiri bekerja keras untuk mencari makan. Tidak ada rasa berkorban, tidak ada rasa kehilangan dalam melepaskan kambing tersebut kepada panitia penyembelihan.

Sungguh ini suatu salah kaprah masyarakat yang perlu diluruskan. Bahwa definisi Qurban janganlah disamakan dengan “korban” milik bahasa kita. Kesalahan arti dan pemahaman ternyata juga menyangkut hati, menyangkut keikhlasan yang ada di dalam hati.

Untuk kali ini saja, janganlah anda berkorban kambing atau sapi. Janganlah menderita karena kehilangan sapi, kambing atau uang sejumlah itu. Tetapi jadilah seorang peQurban.
Mendekatkan diri kepada Tuhan dengan berbagi kebahagiaan melalui pembagian kambing dan atau sapi kepada sesama.


TAGS qurban idul adha berbagi


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post