Dear Pahlawanku Pak Nur

11 Nov 2011

Tak terasa sudah begitu lama kita tidak berjumpa. sekiranya kalau aku boleh menghitung, sudah sekitar 6 tahun dalam perjalananku ini tidak pernah menjumpai Pak Nur. Sungguh waktu yang panjang bagiku memendam kerinduan akan masa-masa yang lalu, masa kebersamaan.
Kalau biasanya ketika aku berkunjung, sowan ke rumah Pak Nur, selalu engkau yang duluan menanyakan kabarku bagaimana, keluargaku bagaimana, kuliahku bagaimana, ngajiku bagaimana, serta pertanyaan lain yang begitu tulus untuk mengetahui semua kondisi yang berhubungan denganku, sebuah perhatian seorang guru kepada muridnya.
Kali ini ijinkanlah aku yang bertanya kepada Pak Nur. Bagaimana kabar Pak Nur hari ini, Bagaimana kabar PP Hidayatul Mubtadi’in, bagaimana kabar Gus Toha apakah beliau sehat? Mungkin pertanyaanku terlalu berlebihan, tapi kuharap itu adalah sebuah sowan seorang murid kepada guru tercinta yang telah mendidik waktu kecil.

Mungkin dulu aku termasuk anak yang badung, bandelnya minta ampun, pak Nur. Ketika waktunya ngaji aku sering lari-larian, ketika waktunya sholat di masjid aku malah nangkring di pohon jambu air milik pak Wahyudi, ketika ada pengajian bulanan malem Senen Pon aku malah bersembunyi di dapur bersama ibu-ibu. Betapa ribetnya mengurus diriku agar mau belajar bersama teman-teman yang lain.
Namun dengan telaten engkau mengajariku sedikit demi sedikit. Alif ba’ ta’ tidak bisa diselesaikan dalam sekejap. Begitu susahnya engkau memasukkan cara baca Al Quran yang benar ke dalam kepalaku. Teman-teman sudah melaju ke bacaan surat pendek, aku malah tidak maju-maju dalam lembaran-lembaran Iqro’. Mungkin keinginanku untuk bisa membaca Al Quran sudah pupus karena begitu susahnya, banyak sekali yang harus aturan-aturan yang menyertainya. Kepala rasanya mau pecah demi membaca satu baris kalimat Al Quran.

Namun alhamdulillah bahwa guruku adalah Engkau wahai Pak Nur, yang tidak pernah menyerah untuk terus mendidik bagaimana membaca Al Quran yang benar. Engkau yang punya keyakinan bahwa semua orang itu pasti bisa membaca Al Quran karena Al Quran itu diturunkan untuk semua manusia. Maka tidak ada orang yang tidak bisa, menurut engkau pasti bisa jika orang tersebut mau belajar.

Bahkan engkau memberikan waktu khusus bagiku setelah waktu subuh. Khusus untuk mengajariku, membimbingku dengan telaten.
Membetulkan segala pengucapan yang salah. Benar-benar sebuah perjuangan yang berat dan lama agar aku bisa membaca Al Quran.
Tatkala aku menyelesaikan bacaan surat Yaasin dihadapan engkau, engkau tersenyum bangga, bahwa ternyata aku berhasil dengan baik.
Tidak dapat dipungkiri bahwa engkau wahai Pak Nur adalah seseorang yang sangat berjasa bagiku. Alhamdulillah hari ini tepat tanggal 10 November. Maka ijinkanlah saya untuk memberikan suatu penghargaan kepada Pak Nur. Bahwa engkau wahai Pak Nur adalah seorang pahlawan bagiku.

roudhotul-jannah
Pak Nur pada posisi paling kanan

Tertanda
susilo - santrimu

——————————————————————————

kontes-banner

Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh Lozz,Iyha dan Puteri

Sponsored by :

Blogcamp|LittleOstore|Tuptoday|Lozzcorner|Rumahtramoiey


TAGS pahlawan santri belajar


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post