Pindah rumah

16 Nov 2011

Berencana pindah rumah dan tinggal di kota Surabaya tidak usah dibuat terlalu rumit. Apalagi sudah disediakan sebuah rumah di komplek yang memadai. Barang yang diperlukan pun sudah nyepak siap dipakai, tidak perlu repot membeli barang baru, gampang tho. Tinggal menyusun anggaran bulanan, maka bereslah semua masalah bertempat tinggal di sana.

Baiklah, saya mulai dari biaya bulanan untuk konsumsi dan rumah tangga. Belanja bulanan saya anggarkan Rp 500.000,-. Belanja bulanan ini adalah belanja kebutuhan rumah yang bisa dipergunakan dalam waktu sebulan.

Seperti gula, kopi, minyak goreng, deterjen, pembersih lantai, pelembut, pasta gigi, sabun, bumbu dapur, dan segala bengek lainnya. Termasuk cadangan makanan yang instan seperti sarden, agar-agar, sirup, mie instan, kerupuk kering atau rengginang. Belanja bulanan ini juga mencakup kebutuhan insidental yang kata orang “selalu ada saja yang dibutuhkan” seperti kain pel, jepit jemuran, gantungan, pewangi ruangan dan segala bengek lainnya.

Disusul dengan beras 1 karung (20Kg) yang kira-kira cukup untuk 1 bulanRp 130.000,- . Alokasi lainnya yaitu belanja harian selama 30 hari Rp 750.000,-, setiap harinya Rp 25.000,- cukup buat saya dan istri makan setiap hari dengan sayur dan bandeng presto. Ditambah lagi untuk beli buah dengan anggaran Rp 150.000,- sebulan. buah apa saja untuk menjaga kesehatan.

Listrik bulanan, di rumah itu sudah tersedia AC 2 buah, Kulkas, Rice coooker, Dispenser, TV 3 buah, Komputer, @ buah laptop, setrika dan lampu-lampu ruangan. Penghitungannya sebagai berikut, AC masing-masing 350 watt saya asumsikan tidak menyala sepanjang hari namun hanya 18 jam sehari. Kulkas 150 watt menyala 24 jam penuh. Rice cooker 350 watt namun hanya terpakai 1 jam sehari, sisanya hanya 5 watt untuk penghangat saja. Dispenser pun begitu, saya asumsikan hanya memasak air maksimal 1 jam saja sehari, sisanya hanya penghangat saja. Televisi dikasih 3 buah, yang pasti tidak mungkin semuanya menyala dalam 1 waktu, maka saya asumsikan masing-masing 50 watt dan total menyala 12 jam sehari. Komputer dan 2 buah laptop dengan daya sekitar 30 watt masing-masing kemungkinan hanya 7 jam saja. Hal ini melihat kondisi mata pasti akan bergantian antara layar monitor dan televisi.Setrika dengan daya 350 watt dipakai 1 jam sehari dan lampu ruangan total 200 watt dipakai selama 12 jam sehari.

Jika peralatan listrik di atas dihitung dalam jangka waktu sebulan degnan itungan KWH akan menghabiskan 610 sekian KWH. Dengan menilik harga listrik sekitar Rp 810 per KWH maka biaya listrik dalam sebulan sekitar Rp 494.141,-

Biaya komunikasi perlu diperhitungkan juga. Komunikasi ini termasuk jaringan dan pulsa. Speedy Rp 214.500 untuk unlimited, pulsa blackberry Rp 100.000,- dan pulsa 3 buah handphone Rp 300.000,-

Biaya transportasi dan akomodasi masing-masing Rp 500.000,- untuk bensin dan Rp 400.000 untuk biaya akomodasi di jalan.

Untuk tagihan bulanan saya perkirakan sebagai berikut. Biaya telepon rumah Rp 70.000, Biaya gas Elpiji 76.000 dan biaya air dari PDAM 60.000 . Meskipun di rumah ada kompor sebanyak 2 buah, namun tidak akan menghabiskan 2 tabung ukuran 12kg karena nasi sudah dimasak dengan rice cooker. Saya perkirakan 1 bulan hanya menghabiskan 1 tabung elpiji saja.

Biaya lain-lain bisa ada dan bisa juga tidak, bagi saya harus diusahakan ada karena untuk kemaslahatan bagi semua. Pertama untuk traktir istri / rekan Rp 500.000,-. Kedua anggaran untuk beli baju pribadi maupun istri Rp 300.000,-. Ketiga uang saku untuk istri Rp 400.000,-. Bagaimanapun juga istri juga pengen punya uang sendiri selain uang belanja. Daripada dia mencari sendiri lebih baik dapat dari suami, ya kan. Yang keempat adalah anggaran untuk menabung Rp 500.000,- , apapun itu namanya menabung pasti akan ada gunanya di waktu nanti.

Pasti ada yang bertanya, mengapa saya tidak mengalokasikan dana tak terduga? Dana tak terduga itu sebenarnya tidak ada, kalaupun dianggarkan pasti akan kepakai juga. Namanya juga uang, tidak bisa terlihat menganggur, pasti akan terpakai juga meskipun dalam 1 bulan tidak ada kejadian yang “tak terduga” itu. Oleh sebab itu dengan tidak ada dana tak terduga maka saya harus bisa memaksimalkan dana yang sudah dianggarkan di atas. Adapun memang terjadi sesuatu yang tak terduga maka penyesuaian anggaran yang sudah tersusun, bukan dari dana tambahan.

Total anggaran Rp 5.444.641,- dalam sebulan. Terlihat mahal? Saya rasa tidak, karena sebagian besar uang dipergunakan untuk membangun keserasian rumah tangga dan relasi.

Dari rincian di atas, saya rekap dalam tabulasi sebagai berikut, silakan disimak.

anggaran-belanja

Segera saya menghubungi pakde dan salaman. Hasilnya, pakde tersenyum dan memberikan secarik kertas yang sudah ditanda tangani.
——————————————

Artikel ini diikutsertakan ada KuisAnggaran Belanja Bulanan diBlogCamp.


TAGS belanja bulanan biaya surabaya


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post