Menapak Bukit

22 Nov 2011

Cintamu tersimpan di atas langit, Akan kukejar!
Akan kutunjukkan kepadamu bahwa aku bisa

Kumulai dengan sebuah perjalanan ego
Menyusur aspal menanjak bebatuan
Perjalanan berat menguras tenaga
Menuju puncak tertinggi Gunung Gede
Hingga tersadar begitu sampai di puncak
Ternyata langit semakin menjauh

Aku terkapar kalah, egoku musnah
Berselimut kabut dan wewangian edelways

———

Sebagai pimpinan perjalanan, saya sudah mempersiapkan tiket masuk ke TNGP sebelum perjalanan dilaksanakan. Memang sudah aturannya begitu, jika merencanakan untuk melakukan pendakian gunung Gede-Pangrango harus ada surat ijinnya. Saya memesan untuk 14 orang yang untuk melakukan perjalanan ini, meskipun nantinya bisa saja pesertanya berkurang.

Hari keberangkatan sudah ditentukan, yaitu hari Sabtu. Pendakian juga sudah saya tetapkan yaitu malam hari. Menurut pengalaman saya sih, pendakian lebih enak kalau dilakukan malam hari sehingga ketika sampai di puncak bisa menikmati matahari terbit yang begitu indah.

(disclaimer : Bandwith killer! memuat banyak foto)

Titik kumpul berada di pabrik. Ternyata jumlah peserta ada 13 orang. Ada saya, Agusti, Anton, Adin, Hari, moko, Noor, tri Wahyudi, Riki, Tejo serta beberapa cewek. Ada Intan, Novi dan Reni. Dari komposisi peserta sudah bisa terbaca kondisinya. Agusti, Anton, Adin dan Hari adalah orang baru yang belum terbiasa tracking naik gunung. Namun baiknya Hari adalah seorang fotografer, dia menenteng D40 miliknya dalam perjalanan ini. Moko dan Tri Wahyudi adalah anak gunung, artinya sejak dari kecil sudah berada di gunung sehingga sudah terbiasa naik turun gunung. Noor, Riki dan Tejo adalah anggota Karpala, petualang sejati yang dimiliki oleh Pabrik tercinta ini. Sedangkan ketika cewek yang ikut itu, saya rasa belum punya pengalaman sama sekali ikut naik gunung. Di titik perkumpulan ini saja sudah berdandan seperti mau jalan ke Mall.

Apapun yang terjadi, perjalanan ini harus jadi. Jangan sampai gagal lagi seperti dulu. Saya sudah berusaha sekuat tenaga agar tercipta sebuah perjalanan ke gunung bersama teman-teman. Jika ada 1 orang yang yakin, maka orang yang lain akan mengikutinya. Saya percaya itu, maka sayalah orang yang yakin bahwa perjalanan ini terealisasi, bukan hanya rencana-rencana yang ramai di email tanpa ada tindak lanjutnya.

Sabtu siang, jam 12 teng adalah waktu berkumpul. Namun apa daya, sebuah kata berkumpul itu sangat susah sekali. Menunggu yang ini dan yang itu, selalu ada saja yang kurang. Bahkan sebelum keberangkatan masih dilakukan berfoto ria, halah. Hingga mobil datang paling akhir, artinya mobil penjemput datang terlambat. Perjalanan dimulai pukul 14.00.

Perjalanan dari pabrik menuju ke Cibodas memakan waktu sekitar 4.5 jam. Belum apa-apa saya sudah mabuk di perjalanan. Waduh, masak pimpinan perjalanan mabuk di tengah jalan, bisa gawat nanti. Alhamdulillah rasa mual saya mereda ketika mendekati cibodas, kabut mulai turun. Mobil sampai di cibodas jam 6 sore.

Istirahat, sholat, makan. Ya, makan sebelum perjalanan dimulai, saya mengharuskan setiap orang untuk makan. Bagi Noor, Riki dan Tejo anggota Pecinta alam sudah maklum dengan perintah saya itu karena memang harus, sedangkan yang lain sepertinya bingung. Tapi acara makan tetap dilaksanakan, sungguh menyenangkan.
awal-makan

Setelah dirasa sudah cukup, sehat semua, siap, perjalanan segera dimulai. Jam 8 malam, dingin menusuk. Pendakian dimulai dari pos pemeriksaan. Saya yang menghadap langsung dengan penjaga hutannya. Setelah urusan administrasi selesai, langsung berangkat dengan rombongan. Perjalanan menanjak, walaupun dingin namun tetap saja tubuh berkeringat. Noor dan Tejo berada di depan memandu. Agusti, adin, moko dan tri wahyudi berada di tengah untuk mendampingi cewek-cewek kalau ada apa-apa. Sedangkan anton dan Hari berada di belakang barisan. Saya sendiri berada pada posisi paling belakang menjadi sweeping.

Perjalanan melalui hutan tropis yang sangat indah (indah apanya, wong gelap … hiii, syeereemm), melewati telaga biru. Kemudian sampai di shelter pancayangan. Dimana di shelter ini merupakan pertigaan antara ke air terjun cibereum dan pos kandang badak. Lambat laun pendakian menemukan ritme tersendiri, entah dirasa atau tidak bahwa setiap 15 menit perjalanan selalu dilakukan break karena medan yang menanjak dan udara yang dingin. bener - bener tim yang kompak.
01

Setelah melakukan perjalanan hampir sekitar 3.5 jam, jalur pendakian akan melewati aliran air panas. Melewati aliran air panas semuanya dengan antusias melepas alas kaki. kan sayang kalo sepatunya basah. Saya mewanti-wanti teman-teman agar berhati-hati karena selain harus melewati air panas, sungai tersebut melewati pinggir jurang. Meski juga di sepanjang jalur air panas sudah disediakan tali baja sebagai pengaman dari pihak pengelola TNGP.

Ketika melewati air panas ini, saya harus melepas kacamata karena uap panas dapat mengembun di kacamata. Lolos dari aliran air panas, perjalanan dilanjutkan ke kandang batu. Namanya juga kandang batu, sudah dapat dibayangkan bahwa medan yang akan dilalui adalah berbatu. Berbatu sekaligus menanjak, tenaga benar - benar terkuras disini. dari awal tertulis bahwa jarak yang akan ditempuh menuju kandang badak sekitar 3.2 KM, sungguh perjalanan yang sangat melelahkan. Sampai pada akhirnya ditemukan lokasi kandang badak. Saat itu jam menunjukkan pukul 02.00. Perjalanan dihentikan, Saya melihat kondisi teman-teman sudah terlihat capek.

Agusti, Anton, Adin, Hari beserta 3 cewek Intan, Novi dan Reni sudah tidak mampu melanjutkan perjalanan. Meskipun yang lain seperti Noor, Tejo, Moko dan Tri Wahyudi serta saya masih sanggup melanjutkan perjalanan. Saya memutuskan untuk berhenti saja karena kali ini kondisinya berbeda. Ada kawan-kawan saya yang bukan petualang sehingga tenaganya tidak seperti kawan pecinta alam lainnya.

Tidak sempat mendirikan tenda karena kondisinya gelap. Tikar digelar, tenda, matras, plastik atau apapun digunakan untuk alas tidur. Ya tidur, setelah sekian jam berjalan dengan rasa capek yang amat sangat, yang dibutuhkan adalah tidur meski hanya 1 - 2 jam.
Jam 3 pagi, kabut pegunungan pun turun serupa rintik-rintik hujan. Dingin menyerang dan beberapa orang mulai terserang kram. Saya bangun terlebih dahulu karena ternyata kaki saya kram. Moko bangun dengan membuat perapian kecil. Tidak lama kemudian, agusti yang meraung - raung tertawa menahan kram di kakinya. Kontan saja kenyamanan tidur jam 3 pagi menjadi terganggu. Semua terkena sindrom dingin yang sangat hebat. Disusul kemudian Tri, Sutejo, dan Riki yang terbangun karena raungan Agusti. Benar - benar dingin memang. Inisiatif dari temen - temen, memasak dan minum jahe akan meringankan beban dingin yang dirasakan. Semoga.
02

Alarm hapeku menunjukan pukul setengah 5 pagi. waktunya berkemas untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Gede. Setelah bergantian sholat, langsung dilanjutkan berkemas dan berangkat pukul 5 pagi.
Naik sedikit dari Kandang Badak, jalan akan bercabang yaitu ke kanan menuju puncak Gunung Pangrango dan ke arah kiri menuju puncak GunungGede. Menuju puncak Gunung Gede kita harus mendaki lagi selama 2 jam, Fisik benar-benar di tantang mencapai batas. Setelah 1 jam perjalanan dari kandang badak kita akan menemukan yang dinamakan tanjakan setan, ada sebagian pendaki memberi nama tanjakan rantai. Tanjakan ini merupakan tanjakan yang cukup terjal, sekitar 85 derajat ke arah vertikal. Sehingga hampir seperti memanjat tebing. Namun lagi-lagi para pendaki pemula tidak perlu khawatir karena sudah diberi pengaman yang berupa tali baja.
0311

Setelah melewati tanjakan setan, dihadapkan pada sebuah bukit dengan pepohonan yang rimbun dengan jalan yang menanjak. Saya mempersilakan teman-teman untuk berangkat dulu meninggalkan saya. Biarlah saya yang menjadi sweeping jika ada salah satu rekan yang capek. Toh ransum makanan di tas saya masih banyak.

Perjalanan sendiri, merenung tentang tentang alam yang memberikan pecakapan- percakapan. Saya mencoba mendengarkannya tanpa disertai sebuah ego ingin mengalahkan. Ternyata alam sangat baik kepada manusia, memanjakan mata dengan pemandangannya, memanjakan penciuman dengan bau tanah dan daun, memanjakan telinga dengan nyanyian angin kepada ranting.
04

Ternyata ada juga yang capek, Adin. Serta merta saya menghampirinya dan mengajaknya makan buah dan gorengan meskipun teman-teman sudah jauh meninggalkan. Saya harus memastikan Adin kuat berjalan hingga sampai di puncak meskipun membutuhkan waktu hingga siang hari. Alhamdulillah istirahat hanya perlu 15 menit saja, saya dan Adin sudah bisa melanjutkan perjalanan.
05

Gunung Pangrango sudah terlihat dari samping, berarti saya sudah mendekati puncak.
06

Akhirnya sampai juga di puncak Gunung Gede. Berkumpul dengan teman-teman yang sudah sampai duluan. Benar-benar menakjubkan, benar-benar hari minggu yang indah. Bahwa kaldera itu sangat besar sekali.
07

Begitu selesai berfoto ria, saya memandang langit. Kenapa dia sepertinya bergerak menjauh ketika saya mencapai puncak gunung ini. Saya berusaha mengejarnya, berusaha mendekatinya. Tanpa terasa saya tertidur berselimut biru langit.
08

Jangan tertidur, masih sayang waktunya di puncak Gunung kalau hanya dihabiskan dengan tidur. Saya mulai menyusuri pinggir kawah. Terbentang panorama alam nan indah dan dinding kaldera kawah aktif Gunung Gede dapat terlihat secara jelas.
09

Saya menemukan kawan-kawan yang sudah berada di pinggir kawah yang lain. Benar-benar lepas memandang.
101

Di sebelah sana terlihat Padang Surya Kencana. Terlihat sekai tenda-tenda berdiri. Saya ingin ke sana namun saya memperhitungkan waktu turun dan naik kembali. Kasihan teman-teman harus menunggu saya.

112

Setelah puas dengan puncak Gunung Gede, saya harus memutuskan waktu turun gunung. Jam menunjukkan pukul 12 siang. Kalau perkiraan perjalanan sekitar 5 jam mungkin sampai bawah.

121

Perjalanan turun gunung ternyata lebih mudah. Sesampai di jembatan kayu, saya memutuskan untuk istirahat. Tepar.

131

Alhamdulillah sampai di bawah pintu gerbang cibodas jam lima tepat. Sesuai dengan perkiraan. Dengan wajah lelah namun gembira kami semua pulang membawa kesan masing-masing tentang Gunung Gede.

Pendakian bukit ini diikutkan di acaraAdventure Giveaway yang diadakan oleh Mbak Ayu


TAGS Gunung Gede Surya Kencana Pendakian perjalanan


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post